Kunci AI yang Bermanfaat: Wamenkominfo Tekankan Tata Kelola yang Kuat dan Regulasi yang Jelas

  • Senin, 3 November 2025
  • Dibaca 36x views
Kunci AI yang Bermanfaat: Wamenkominfo Tekankan Tata Kelola yang Kuat dan Regulasi yang Jelas Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika (Wamenkominfo) Nezar Patria.webp

JAKARTA – Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika (Wamenkominfo) Nezar Patria menekankan pentingnya tata kelola yang kuat dalam pengembangan dan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) di Indonesia. Menurutnya, tata kelola yang baik akan menjadi kunci agar AI dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat dan perekonomian nasional.

Nezar Patria meminta para pengembang dan pengelola platform berbasis AI untuk menerapkan prinsip trust by design. Prinsip ini menekankan integrasi privasi, keamanan, dan etika sejak awal pengembangan AI, bukan hanya sebagai tambahan di akhir proses. Etika dan keadilan juga harus diutamakan untuk memastikan AI memberikan hasil yang adil dan bebas dari bias.

Kebijakan tata kelola data menjadi perhatian penting, memastikan platform beroperasi sesuai dengan Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (PDP). Selain itu, platform AI perlu memiliki mekanisme audit yang jelas untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas. Nezar Patria menyatakan bahwa perusahaan yang mengutamakan keamanan (secure by default) dan privasi (privacy first) akan memenangkan kepercayaan pengguna, regulator, dan mitra global.

Wamenkominfo juga meminta pengembang AI menerapkan standar global seperti ISO/IEC 42001:2023 tentang Sistem Manajemen AI. Penerapan standar ini diharapkan dapat membantu Indonesia membangun ekosistem AI yang transparan, aman, dan terpercaya.

Pemerintah Indonesia sedang menyiapkan dua Peraturan Presiden (Perpres) terkait AI, yaitu Peta Jalan Nasional Pengembangan AI dan Etika AI. Kedua regulasi ini akan menjadi dasar tata kelola AI yang etis, aman, dan berdaulat. Saat ini, draf kedua Perpres tersebut telah selesai dan sedang dalam proses harmonisasi di Kementerian Hukum dan HAM sebelum diajukan ke Sekretariat Negara.

Menurut Nezar Patria, penerbitan Perpres ini merupakan respons cepat pemerintah terhadap perkembangan pesat teknologi AI. Mengingat Indonesia belum memiliki undang-undang khusus yang mengatur AI, Perpres ini dianggap sebagai langkah yang tepat untuk menciptakan kerangka regulasi yang jelas bagi pengembangan dan pemanfaatan AI di tanah air.

Dengan adanya tata kelola yang kuat dan regulasi yang jelas, diharapkan pemanfaatan AI di Indonesia dapat berjalan optimal dan memberikan dampak positif bagi berbagai sektor kehidupan. Pemerintah berkomitmen untuk terus mengembangkan ekosistem AI yang inovatif, bertanggung jawab, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Ditulis oleh: Maya
Maya
Maya adalah tokoh hayalan, hanya tampaknya ada, tetapi nyatanya tidak ada, tokoh Maya dibangun untuk lebih mendekatkan karyamaya pada kalian.

ads by Google