CSS

Panduan CSS Height, Width, dan Max-Width untuk Pemula

  • Selasa, 4 November 2025
  • Dibaca 80x views
Panduan CSS Height, Width, dan Max-Width untuk Pemula

Mengapa Height, Width, dan Max-Width Penting dalam CSS?

Dalam mendesain sebuah website, tampilan yang responsif dan menarik adalah kunci. Salah satu fondasi penting untuk mencapai hal tersebut adalah pemahaman yang baik tentang properti CSS height, width, dan max-width. Properti-properti ini memungkinkan kita untuk mengontrol dimensi elemen HTML, memastikan tata letak yang konsisten dan adaptif di berbagai perangkat. Berdasarkan sumber yang tersedia, pemahaman akan ketiga properti ini sangat penting untuk membangun website yang profesional.

Memahami Properti `Height` dalam CSS

Properti height digunakan untuk menentukan tinggi suatu elemen. Nilai yang diberikan dapat berupa piksel (px), persentase (%), em (em), atau nilai lainnya yang valid dalam CSS.

Penggunaan Nilai Piksel (px) untuk `Height`

Menggunakan piksel memberikan kontrol yang presisi terhadap tinggi elemen. Misalnya:

.container {
  height: 200px;
}

Kode di atas akan membuat elemen dengan kelas .container memiliki tinggi 200 piksel.

Penggunaan Nilai Persentase (%) untuk `Height`

Nilai persentase memungkinkan tinggi elemen menyesuaikan diri berdasarkan tinggi elemen induknya. Penting untuk diingat bahwa elemen induk harus memiliki tinggi yang ditentukan agar persentase berfungsi dengan benar.

.parent {
  height: 500px;
}

.child {
  height: 50%; /* Tinggi anak akan menjadi 250px */
}

Dalam contoh ini, elemen dengan kelas .child akan memiliki tinggi 50% dari tinggi elemen .parent, yaitu 250 piksel.

Memahami Properti `Width` dalam CSS

Properti width berfungsi serupa dengan height, namun digunakan untuk menentukan lebar suatu elemen. Nilai-nilai yang dapat digunakan juga sama, yaitu piksel, persentase, em, dan lain-lain.

Penggunaan Nilai Piksel (px) untuk `Width`

Sama seperti height, piksel memberikan kontrol yang tepat terhadap lebar elemen:

.box {
  width: 300px;
}

Kode di atas akan membuat elemen dengan kelas .box memiliki lebar 300 piksel.

Penggunaan Nilai Persentase (%) untuk `Width`

Nilai persentase untuk width juga bergantung pada lebar elemen induk. Contoh:

.parent {
  width: 800px;
}

.child {
  width: 75%; /* Lebar anak akan menjadi 600px */
}

Elemen dengan kelas .child akan memiliki lebar 75% dari lebar elemen .parent, yaitu 600 piksel.

Memahami Properti `Max-Width` dalam CSS

Properti max-width menentukan lebar maksimum suatu elemen. Elemen akan tetap mempertahankan lebarnya hingga mencapai nilai max-width yang ditentukan. Jika konten elemen lebih lebar dari nilai ini, maka konten akan meluap (overflow) atau elemen akan menggunakan lebar maksimum yang diperbolehkan.

Penggunaan Nilai Piksel (px) untuk `Max-Width`

Contoh penggunaan max-width dengan nilai piksel:

.image {
  max-width: 500px;
  width: 100%;
  height: auto;
}

Dalam contoh ini, gambar dengan kelas .image akan memiliki lebar maksimum 500 piksel. Jika lebar layar lebih kecil dari 500 piksel, gambar akan menyesuaikan lebarnya hingga 100% dari lebar container-nya, menjaga aspek rasio karena height: auto;.

Keuntungan Menggunakan `Max-Width` untuk Responsivitas

Max-width sangat berguna untuk membuat gambar dan elemen lain tetap responsif. Dengan menetapkan max-width dan width: 100%, elemen akan menyesuaikan ukurannya secara otomatis pada layar yang lebih kecil, namun tidak akan pernah lebih besar dari nilai max-width yang ditentukan.

Perbedaan Utama: Height vs Max-Height, Width vs Max-Width

Penting untuk memahami perbedaan antara height dan max-height, serta width dan max-width.

  1. Height dan Width: Menentukan tinggi dan lebar elemen secara pasti. Elemen akan selalu memiliki dimensi yang ditentukan, kecuali jika ada properti lain yang mempengaruhinya (misalnya, overflow).
  2. Max-Height dan Max-Width: Menentukan tinggi dan lebar maksimum yang diperbolehkan. Elemen dapat memiliki dimensi yang lebih kecil dari nilai maksimum, tetapi tidak akan pernah lebih besar.

Contoh Penggunaan Praktis: Membuat Layout Responsif Sederhana

Mari kita buat contoh sederhana untuk menunjukkan bagaimana height, width, dan max-width dapat digunakan bersama-sama untuk menciptakan layout responsif.

Struktur HTML

<div class="container">
  <img src="image.jpg" alt="Gambar" class="responsive-image">
  <p>Teks deskripsi di sini.</p>
</div>

CSS untuk Responsivitas

.container {
  width: 80%;
  max-width: 960px;
  margin: 0 auto;
  padding: 20px;
}

.responsive-image {
  max-width: 100%;
  height: auto;
}

Penjelasan Kode

  1. .container: Memiliki lebar 80% dari viewport, tetapi tidak akan lebih besar dari 960 piksel. margin: 0 auto; digunakan untuk membuat container berada di tengah halaman.
  2. .responsive-image: Memiliki lebar maksimum 100% dari container-nya, dan tingginya menyesuaikan secara otomatis untuk menjaga aspek rasio.

Tips Tambahan untuk Mengoptimalkan Penggunaan Height, Width, dan Max-Width

  1. **Gunakan Persentase untuk Responsivitas:** Manfaatkan nilai persentase untuk membuat elemen menyesuaikan ukuran secara dinamis pada berbagai ukuran layar.
  2. **Kombinasikan Max-Width dengan Width: 100%:** Ini adalah teknik yang ampuh untuk memastikan elemen tidak melampaui lebar maksimum yang diinginkan, sambil tetap responsif pada layar yang lebih kecil.
  3. **Perhatikan Box Model:** Ingatlah bahwa padding dan border dapat memengaruhi total lebar dan tinggi elemen. Gunakan box-sizing: border-box; untuk menyederhanakan perhitungan dimensi.
  4. **Uji pada Berbagai Perangkat:** Selalu uji website Anda pada berbagai perangkat dan ukuran layar untuk memastikan tampilan yang konsisten dan optimal.

Kesimpulan

Memahami dan menguasai properti CSS height, width, dan max-width adalah fundamental untuk membangun website yang responsif dan menarik. Dengan menggunakan properti-properti ini secara efektif, Anda dapat mengontrol dimensi elemen, menciptakan tata letak yang konsisten, dan memberikan pengalaman pengguna yang optimal di berbagai perangkat. Berdasarkan sumber yang tersedia, teruslah bereksperimen dan berlatih untuk meningkatkan kemampuan Anda dalam mendesain website yang profesional.

Ditulis oleh: Maya
Maya
Maya adalah tokoh hayalan, hanya tampaknya ada, tetapi nyatanya tidak ada, tokoh Maya dibangun untuk lebih mendekatkan karyamaya pada kalian.

ads by Google