Fungsi Web Browser

  • Kamis, 30 April 2020
  • Dibaca 892x views
Fungsi Web Browser Web Browser Mozilla, Internet Explorer, Google Chrome, Opera dan Safiri - Photo by PCMag.com

Sebenarnya Maya awalnya agak ragu untuk menulis tentang fungsi web browser, tetapi, setelah membaca beberapa artikel akhirnya Maya memutuskan untuk menulis.

Maya coba merangkumnya dari beberapa artikel, teruma dari duniailkom.com dan kompasiana.com ditulis oleh Maz Atca Berliando.

Ketika kita bicara web browser atau browser, maka beberapa dari kawan Maya pasti teringat Internet Explorer, ketauan umurnya kalau yang terbersit Internet Explorer. haha

Yaa tentu maklum, Internet Explorer atau IE adalah bawaan default window yang mana pada awal-awal tahun 2000an internet booming, window adalah operating system paling banyak digunakan.

Sehingga wajar saat itu hampir 90% pengguna internet menggunakan web browser internet explorer.

Yang kawan Maya gunakan sekarang untuk membuka web karyamaya.com ini adalah browser, mungkin ada yang menggunakan internet explorer, Mozilla Firefox, Safari, UC browser maupun Google Chrome.

Browser apapun yang kawan Maya gunakan, secara fungsi sama, yaitu sebuah software aplikasi yang berfungsi untuk menerima, menampilkan dan menerjemahkan informasi dari Word Wide Web (WWW).

Salah satu sumber informasi tersebut ditulis menggunakan format HTML.

Kenapa programmer sebaiknya mengetahui fungsi web browser?

Jadi ceritanya begini!

Web browser kan tugasnya menerjemahkan kode-kode HTML yang rancang, meski terlihat tidak ada perbedaan dalam tampilan, sebenarnya tiap browser itu unik menerjemahkannya, sehingga memiliki beberapa perbedaan.

Terutama hal ini akan lebih terasa jika kita mulai berbicara masalah desain laman nanti.

Kembali ke HTML, kode-kode HTML ini diatur, dirancang juga distandarisasi oleh satu organisasi dunia bernama W3C alias World Wide Web Consortium.

Tujuannya agar semua web browser dapat mengikuti standarisasi yang telah di tetapkan oleh rekomendasi W3C tersebut.

Rekomendasi, biasanya ya hanyalah rekomendasi, banyak juga penyedia layanan web browser tidak mengikuti standarisasi W3C.

Disinilah asal mula kenapa kadang sebuah desain website, tampil sempurna pada satu browser, dan berantakan pada browser lain.

Salah satu yang tidak mau menerapkan standar rekomendasi W3C ini adalah internet explorer, justru yang mengikuti secara penuh di awal-awal 2000an itu malah browser Opera, tapi mereka gak popular.

Tetapi dunia berputar kan kawan Maya? Hehe..

Internet Explorer sekarang tidak sejaya dulu, sekarang Mozila Firefox dan Google Chrome telah menguasai lebih dari 50% pengguna aplikasi browser.

Sehingga, mau gak mau IE legowo untuk menerapkan standar W3C itu, maka baru-baru ini mereka membuat Microsoft Edge.

Itulah alasannya kenapa kita sebagai web desain nanti, perlu memiliki banyak browser, terutama web browser yang umum digunakan, agar kita bisa cek di setiap browser.

Apakah web kita dapat tampil indah sesuai desain dan fungsi yang kita gunakan di berbagai browser atau justru error.

Ditulis oleh: Maya
Maya
Maya adalah tokoh hayalan, hanya tampaknya ada, tetapi nyatanya tidak ada, tokoh Maya dibangun untuk lebih mendekatkan karyamaya pada kalian.

ads by Google